Rabu, 15 Februari 2012

The Last Song

 "A story about family, first loves, second chances
and the moment of life the lead you back home"
ya... tahun lalu
lupa sebenernya kapan pertama kali nonton ini
pertama kali tau film ini ya dari abah.
rata2 film sih sebenernya gue taunya dari abah, jarang tau sendiri haha
waktu itu padahal udah di dalem kamar,udah hampir tengah malem
iseng-iseng keluar buat ambil air minum, liat abah lagi nonton film ya ikut duduk
nanya deh lagi nonton apa, (soalnya di situ ada miley cyrus,
gue suka sama miley.. sama lagunya terus waktu dia main di film hannah montana, seru.)
di jawab sama abah "lihati wadah kasetnya", ya gue liat dong, kata abah "umpatkah nonton?sini" dalam hati kayaknya seru, jadi akhirnya ikutan nonton.... di situ juga ada mamah, mamah menurut gue ga terlalu nonton, soalnya sambil tiduran, beliau ngantuk, sedangkan adik-adik gue sudah di alam mimpinya masing-masing.
sampai di adegan ada titik dua bintangnya (baca: ciuman), mamah langsung nanya ke abah "kenapa dhea di tonton akan film kaya itu?" (gue nyengir mandang ke mamah) terus gue jawab "kadapapa ma, umpat-umpatan abah aja ini ulun,dibawai,ulun jua kada kawa guring" terus abah jawab yang mamah tanyain tadi, alasannya beli cd itu terus kenapa ngebolehin dan ngajak gue nonton itu
"judulnya last song jd bagus kasan dhea jar orang yang jualan ada musik-musiknya, musiknya itu piano jadi nukar ai" 
sampai habis filmnya... bener-bener keren filmnya, kalian tau?gue nangis, hm sedih,bener-bener sedih -_-
-----------------------------------------------------------------------------------------------------------
ini nih inti filmnya:

mengisahkan seorang remaja bermasalah saat ia berhubungan lagi dengan ayahnya dan jatuh cinta selama musim panas di sebuah kota, pantai Amerika Serikat bagian Selatan yang tenang.


Pada usia tujuh belas tahun, Veronica “Ronnie” Miller (Miley Cyrus) tetap suka memberontak setelah perceraian orang tua dan relokasi
ayahnya ke Georgia tiga tahun lalu. Setelah anak berbakat piano klasik diasuh ayahnya, Steve Miller (Greg Kinnear), Ronnie sekarang menolak alat musik tersebut dan belum berbicara dengan ayahnya sejak ia pergi. Saat Juilliard School telah tertarik padanya sejak ia masih muda, Ronnie menolak hadir.
Sekarang, Steve diberikan kesempatan untuk berhubungan kembali dengan putrinya ketika ibunya, Kim (Kelly Preston) mengirim remaja pemberontak tersebut dan adiknya, Jonah (Bobby Coleman), untuk menghabiskan musim panas dengannya. Steve, seorang mantan profesor Juilliard School dan pianis konser, sekarang hidup dengan tenang di Pulau Tybee, kota pesisir kecil Georgia di mana ia dibesarkan, sambil bekerja sebagai pembuat jendela kaca patri pada gereja lokal untuk mengganti pekerja gereja yang meninggal dalam kebakaran.

Setelah tiba, Ronnie hidup menderita, bermusuhan dan defensif terhadap semua orang di sekitarnya, termasuk Will Blakelee (Liam Hemsworth) yang populer dan tampan sampai ia dan Will berhubungan saat melindungi sarang Penyu Laut Dungu, ia mengetahui bahwa Will lebih mendalam dari yang ia pikirkan. Seiring Ronnie jatuh cinta dengan Will, ia juga berhasil menjalin ikatan yang lebih baik dan kuat dengan ayahnya. Tapi kemudian suatu hari ayahnya pingsan karena batuk. Ronnie segera membawa Steve ke rumah sakit dan menyadari bahwa ia telah didiagnosa menderita kanker jauh sebelum kunjungan musim panasnya. Ia memutuskan untuk mulai menghabiskan lebih banyak waktu dengan ayahnya karena ia tidak mungkin hidup lebih lama lagi. Sekitar waktu yang sama Ronnie dan Will terlibat perkelahian. Dan kemudian Will meninggalkannya untuk kuliah di perguruan tinggi sehingga tidak ada waktu untuk berbaikan.

Steve telah bekerja di bidang musik cukup lama, sebagai seorang komposer. Musim gugur tiba dan Jonah harus kembali ke New York untuk bersekolah tetapi Ronnie tetap tinggal untuk mengurus ayahnya. Menjalani kehidupan lambat, ia mencoba mengisi tiga tahun mengabaikan ayahnya menjadi beberapa bulan bersamanya. Akhirnya, kematian Steve tiba dan Ronnie pun terpukul hatinya.

Pada pemakamannya ia berdiri berpidato tetapi menyatakan bahwa tidak akan pernah ada pidato yang ia tulis yang dapat menunjukkan betapa hebatnya ayahnya. Ia malah menyelesaikan karya musik yang telah ayahnya tulis tetapi tidak terselesaikan selama hidupnya.

Setelah pemakaman saat Ronnie berbicara dengan para tamu, ia berjalan menuju Will. Keduanya berbicara dan akhirnya berbaikan. Pada akhir film Ronnie menyampaikan pada Will bahwa ia akan menghadiri Juilliard untuk semester kedua. Will memberikan kejutan pada Ronnie dengan mengungkapkan bahwa ia akan pindah ke Columbia juga pada semester kedua.